Penelitian “Implementasi e-Gov” diharapkan menghasilkan langkah strategis Kominfo untuk meningkatkan pemeringkatan e-Gov

Jakarta- Pusat Litbang APTIKA IKP mengadakan pembahasan laporan pendahuluan hasil penelitian Kegiatan Kontraktual dengan judul “Implementasi e-Government terhadap Kualitas Layanan Publik di Indonesia,”  Rabu (5/7).

Dalam presentasinya, Drs. Urip Gumilang selaku Direktur dari PT Lima Pilar Abadi Utama, mengatakan Indonesia mengalami penurunan dalam peringkat implementasi e-Government (e-Gov) dunia oleh institut World e-Government Development Ranking. Pada tahun 2004, Indonesia sempat menduduki peringkat ke-85. Semenjak itu peringkat Indonesia terus merosot, hingga tahun 2010 berada di peringkat 109.

Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya untuk meningkatkan implementasi e-Gov di Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah Pemeringkatan e-Gov Indonesia (PeGI) bagi institusi pemerintah baik di pusat maupun di daerah.

Meski e-Gov sangat bermanfaat baik bagi pemerintah serta meningkatkan partisipasi mayarakat sehingga menciptakan suatu pemerintahan yang baik (good government), akan tetapi masih ada beberapa hambatan dalam pengimplementasiannya. Diantaranya: belum adanya budaya berbagi informasi antar lembaga; resistensi terhadap perubahan; kelangkaan SDM yang handal dan infrastruktur.

E-Gov dapat dikatakan berjalan baik apabila masyarakatnya bebas memilih kapan, dimana ingin berhubungan dengan pemerintahnya, dapat dan boleh memilih berbagai kanal akses, dan pemerintah sebagai koordinator utama.

Karenanya, Penelitian kontraktual ini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana potensi dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh setiap instansi pemerintah untuk dapat mendukung terciptanya e-Gov yang dapat meningkatkan layanan publik.

Prof. Riset. Dr. Gati Gayatri, MA, pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puslitbang APTIKA-IKP, mengingkatkan agar penelitian ini mampu menghasilkan sebuah langkah strategis bagi Menteri Kominfo untuk mendorong percepatan implementasi e-Gov. Meski bersifat penelitian kebijakan, Prof Gati meminta agar laporan pendahuluan (TOR) dan metodologinya harus diperjelas dan sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah yang berlaku.

PT.Lima Pilar Abadi Utama adalah sebuah perusahaan konsultan bergerak di bidang IT Solution, Training, Engineering and Management. Penelitian ini berjalan selama 4 bulan, dari 8 Juni-5 Oktober 2012. Pembahasan laporan pendahuluan dilakukan di Ruang Ukir Gedung Kemkominfo dengan dihadiri sekitar 28 peserta yang terdiri dari para peneliti, calon peneliti dan pejabat struktural beserta staf di lingkungan Puslitbang APTIKA-IKP. Turut hadir Dewi Kartikasari selaku Kasubdit Aplikasi Layanan Kepemerintahan, Direktorat e-Gov, Ditjen APTIKA, Kemkominfo. (vm)

Print Friendly

Kategori: Berita

 

Kategori:
Link Terkait:
Unit Kerja: