Temu Ilmiah 2012- Balitbang SDM, Ujung Tombak Kemkominfo

Bandung – Badan Penelitian dan Pengembangan SDM (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi dan Komunikasi (Puslitbang APTIKA-IKP) telah menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional Peneliti Komunikasi dan Informatika 2012, Minggu-Selasa, 21-23 Oktober 2012 lalu. Balitbang SDM diharapkan dapat menjadi ujung tombak pelaksanaan tugas pokok Kemkominfo bidang Penelitian dan Pengembangan.

[FA_Lite id="1001"]  “Seperti dampak pertumbuhan ICT terhadap perekonomian ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini belum ada. Menteri selalu memakai data institusi asing untuk mengukur dampak ICT tergadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja nasional,” ujar Sekjen Kemkominfo tersebut.

Beliau yang menamatkan pendidikan jenjang Doktor di Vanderbilt University Amerika Serikat tersebut juga mengharapkan agar Balitbang SDM dapat menghasilkan penelitian atau kajian yang bersifat foresight dalam artian berorientasi pada peristiwa yang diperkirakan akan membawa perubahan signifikan baik pada jangka menengah maupun jangka panjang. Selain kajian bersifat foresight, Balitbang SDM dapat berperan membantu Kemkominfo dalam menyusun Technology Roadmap, yang diikuti oleh Product and Service Road Map, Industrial Roadmap, Market Roadmap dan Regulatory Roadmap dan Impact Analysis.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Dirjen APTIKA) Ashwin Sasongko mengatakan hasil penelitian Balitbang SDM seharusnya tidak memberikan kesimpulan yang sifatnya general, melainkan kesimpulan yang bersifat jangka pendek yang bisa langsung digunakan oleh pemangku kebijakan.  Sementara hasil penelitian untuk jangka panjang harus bersifat guide line bagi regulator untuk mengeluarkan kebijakan jangka panjangnya.

“Kesenjangan antara peneliti dengan pelaksana adalah cerita umum, tinggal bagaimana kita mengecilkan kesenjangan tersebut. Komunikasi itu merupakan hal yang penting untuk mengecilkan kesenjangan tersebut, kalau perlu antara peneliti dan pelaksana sering dipertemukan setiap harinya, jangan hanya sekali-sekali saja bertemu,” ujar Dirjen APTIKA, Ashwin Sasongko.

Senada dengan Dirjen APTIKA, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Freddy Tulung menilai terdapat dua mindset terhadap hasil penelitian Balitbang SDM, yakni topik penelitian dan hasil penelitian yang belum sesuai dengan kebutuhan regulator. Beliau juga mengusulkan berbagai penelitian yang sangat diperlukan bagi Ditjen IKP diantaranya pemetaan lembaga komunikasi, sensus komunikasi, penelitian mengenai opini publik, penelitian mengenai fenomena komunikasi seperti kebebasan berekspresi masyarakat, kebebasan pers, dan implementasi keterbukaan informasi publik. Disamping penelitian terhadap produk kegiatan Ditjen IKP seperti efektivitas Pertunjukan Rakyat (Pertunra), PSO Antara, dan pengembangan basis data media tradisional.

Temu Ilmiah tahun ini mengangkat tema “Peran Peneliti Untuk Mendukung Kebijakan Peningkatan Kapasitas Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Berbudaya informasi.”  Tema ini menunjukkan jati diri para peneliti siap dan mampu untuk memberikan kontribusi ide-ide, konsep-konsep ataupun pemikiran dalam mencapai masyarakat informasi yang merupakan target visi dan misi Kemkominfo.

Tema ini juga dimaksudkan untuk mengawal Renstra Kementerian Kominfo tahun 2010-2014 menuju masyarakat informasi Indonesia serta roadmap TIK Indonesia 2010-2020 yakni mencapai Indonesia Connected di tahun 2012, Indonesia Informative di tahun 2014, Indonesia Broadband di tahun 2015, dan Indonesia Digital di  tahun 2018.

Rekomendasi bagi Menteri

Sama seperti temu ilmiah tahun-tahun sebelumnya, Temu Ilmiah tahun 2012 juga melakukan evaluasi terhadap produk-produk penelitian di lingkungan Balitbang SDM baik di pusat maupun di daerah. Hal ini dilakukan dengan cara menilai dan menyeleksi karya tulis ilmiah (KTI) baik bidang Komunikasi maupun Informatika. Sebanyak 39 KTI ikut serta dalam kegiatan Temu Ilmiah, terdiri atas 16 KTI bidang Komunikasi dan 23 bidang Informatika atau IT.

Sedikitnya ada 4 (empat) KTI yang mendapat perhatian khusus oleh Tim Penilai, khususnya dari Staf Ahli Menteri bidang Teknologi Prof. Dr. Kalamullah Ramli. Bahkan, keempat KTI tersebut disarankan agar dilaporkan kepada Menteri Kominfo. Keempat KTI tersebut antara lain: Kajian Penerimaan Portal Internet Kominfo Berdasarkan Konsep Technology Acceptance Model (TAM) (Kautsarina, BPPKI Jakarta); Apresiasi Masyarakat Terhadap Kebijakan Pemblokiran Cyberporn (Pornografi di internet) (Hilarion Hamjen, BPPKI Banjarmasin); Migrasi Infrastruktur Sistem Pemancar Stasiun Televisi Lokal di Sulawesi Utara Dalam Menghadapi Migrasi Sistem Siaran Televisi Digital (Riva’atul Adaniah W, BPPKI Manado); Analisis Penataan Logical Channel Number (LCN) Pada Siaran Digital Free-to Air di Indonesia (Riza Azmi, Puslitbang SDPPI).

Sementara itu, 2 (dua) KTI terbaik berdasarkan penilaian tim penilai adalah KTI terbaik pertama bidang TIK berjudul Analisis Penataan Logical Channel Number (LCN) Pada Siaran Digital Free-to Air di Indonesia yang ditulis oleh Riza Azmi dari Puslitbang SDPPI serta KTI terbaik bidang Komunikasi berjudul Representasi Perempuan Pada Teks Pemberitaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Analisis Wacana Feminis Sara Mills Pada Teks Rubrik “Nah Ini Dia” di Harian Pos Kota) yang ditulis oleh Dede Mahmudah dari BPPKI  Jakarta.

kedua penulis KTI terbaik ini akan diikutsertakan dalam studi banding ke Korea sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman antara Badan Litbang SDM Kemkominfo dengan Electronics and Telecommunications Research Institute (ETRI) Korea (VM)

Print Friendly

Kategori: BeritaFeatured

 

Kategori:
Link Terkait:
Unit Kerja: