BIMTEK CIO SEBAGAI JALUR CEPAT MENJADI SEORANG CIO

(BBPPKI Makassar – Mamuju) Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, bpk Aizirman Djusan, Msc, E.con mengatakan bahwa CIO (Chief Information Officer) merupakan sebuah jabatan dalam organisasi pemerintahan yang memiliki tugas dan tanggungjawab untuk menjamin ketersediaan informasi yang  akurat, berkesinambungan dan aman, yang diperlukan oleh masyarakat dan organisasi itu sendiri untuk mencapai visi, misi dan eskistensi organisasi serta masyarakat lingkungannya. Lebih lanjut bpk Aizirman Djusan dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis dan Sertifikasi CIO di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 9 – 11 April 2013, bahwa dalam panduan Tata Kelola TIK Nasional disebutkan untuk memastikan kapasitas kepemimpinan pengelolaan TIK di semua level pemerintahan, setiap institusi pemerintahan harus menetapkan Chief Information Officer (CIO) yang bertugas mengkoordinasikan perencanaan, realisasi operasional harian dan evaluasi internal TIK di institusinya masing-masing bekerjasama dengan satuan kerja pengguna lainnya.  Bimtek ini adalah jalur cepat untuk menjadi CIO karena hanya dilaksanakan 3 hari. Semoga dapat memperoleh hasil yang dapat dimanfaatkan. Selain itu, Kominfo setiap tahun menyediakan sekitar 350 orang untuk mengikuti program S2 CIO di beberapa Universitas.

Sementara itu,  Gubernur Provinsi Sulawesi Barat yang diwakili oleh staf ahli bidang Kesra, Bpk.  Drs. H. Tahir Kainang dalam sambutannya mengatakan bahwa yang paling santer dikumandangkan di era reformasi ini adalah perlunya reformasi birokrasi. Isu utama yang ditekankan dalam reformasi birokrasi bukan saja pelayanan dan inefisiensi, tetapi juga transparansi.

Dalam kaitan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pun merespon atas tuntutan reformasi birokrasi dengan berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip good governance  dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi atau yang biasa dikenal dengan e-Government, khususnya dalam sistem pelayanan publik.

Karena itu Implementasi TIK menurut Gubernur Provinsi Sulawesi Barat harus disertai dengan penyelarasan tujuan dan sebuah sistem birokrasi yang ada. Hanya satu kata yaitu “reformasi sistem birokrasi” sebagai sebuah upaya dalam mengefektifkan implementasi TIK. Disinilah nantinya peran GCIO akan dipertaruhkan sebagai “agent of change” menjadi promoter perubahan, menetapkan arahan dan kebijakan, mengesekusi, serta mengevaluasi berbagai program yang terkait dengan implementasi TIK.

Diakhir sambutan Gubernur Provinsi Sulbar yang diwakili Staf Ahli Gubernur bidang Kesra bpk. Drs. H. Tahir Kainang  sangat menyadari akan pentingnya GCIO dalam mendukung terwujudnya pemerintahan yang baik (good governance), maka Bimtek ini menjadi penting untuk diikuti secara bersungguh-sungguh oleh para peserta. Saya berharap, Bimtek ini disamping dapat menambah wawasan peserta juga sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta dalam memanfaatkan TIK dalam meningkatkan kinerjanya.

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Makassar, bpk. Ir. H. Ruslan Harun, MM  yang juga sebagai Penanggung Jawab bimtek dalam laporannya mengatakan bahwa Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 07/PER/M.KOMINFO/03/2011, (pasal 3) yaitu “BBPPKI mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan komunikasi dan informatika serta pengembangan kapasitas dan peningkatan akses masyarakat.”Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan sebagai fasilitas peningkatan pengetahuan bagi aparat pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) mengenai lingkup tugas Chief Information Officer (CIO), informasi dasar dan metode penyusunan rencana dan pengendalian layanan informasi berbasis TIK, yang diukur melalui ujian sertifikasi. Untuk mendukung pencapaian target Kementerian Kominfo, maka dilaksanakanakan kegiatan bimbingan teknis bagi PNS di daerah yang menyelenggarakan fungsi kebijakan serta pengelolaan dan pelayanan informasi, khususnya yang tidak mengikuti pendidikan S2 CIO.

Untuk narasumber kegiatan ini adalah tenaga ahli dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, yang juga sebagai salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara Program CIO. Selanjutnya, peserta kegiatan pelatihan berjumlah 50 orang, terdiri dari Pejabat (chief) pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) di Sulawesi Barat yang diutamakan dari institusi Kehumasan, Kominfo/Infokom, dan Pengelola Data Elektronik (PDE). Kegiatan berlangsung selama 2 hari ditambah 1 hari ujian sertifikasi yaitu dari tanggal 9 sampai 11 April 2013 bertempat di Hotel d’Maleo Mamuju. (Tas).

Print Friendly

Kategori: Berita

 

Kategori:
Link Terkait:
Unit Kerja: