PASCA MELETUSNYA GUNUNG SINABUNG

Gunung Sinabung meletus pada hari minggu (15/9) dan selasa (17/9) mengeluarkan asap bercampur debu vulkanik yang menyebar sejumlah desa Ndokum Sroga, Desa Sigarang – garang Kecamatan Simpang Empat dan beberapa desa lainnya yang mengakibatkan penduduk / masyarakat yang bermukim di sekitar gunung sinabung telah di tampung di pengungsian yang telah di sediakan.

Setelah 2 minggu kejadian pihak Pusat Vulkanik dan Mitigasi Bencana Geologia (PVMBG) mengatakan bahwa setatus Gunung Sinabung di turunkan jadi waspada ( level II ) sejak Minggu ( 29/9 ) dengan di turunkan status gunung ini, berarti gunung sinabung sudah di katakan aman, warga yang bermukim di zona bahaya sudah dapat di perbolehkan pulang kerumah masing – masing dan untuk kembali beraktivitas.
Hasil wawancara Tim Liputan Media On-Line BBPPKI-Medan (11/10) dengan Sekcam  Berastagi  Bapak  Izin Gurusinga, SP membenarkan keterangan masyarakat yang tinggal di sekitar kaki Gunung Sinabung bahwa mereka mengalami gagal panen akibat meletusnya Gunung Sinabung dan mereka sangat mengharapkan bantuan berupa bibit, pupuk, dan obat anti hama.
Menurut warga (masyarakat) Desa Sigarang – garang, Bapak Sudarno Tarigan, Bapak Rahman Sagala dan Bapak Jenda Gundari Sembiring kepada Tim Liputan Media On-Line BBPPKI–Medan (12/10) mengatakan akibat meletusnya Gunung Sinabung mereka mengalami gagal panen dan sangat mengharapkan kepada pemerintah dan masyarakat yang peduli kepada kami masyarakat korban gunung sinabung untuk sudi kiranya membantu kami dalam pengadaan bibit, pupuk, dan obat anti hama, supaya warga desa bisa beraktivitas seperti biasanya.

Print Friendly

Kategori: Berita

 

Kategori:
Link Terkait:
Unit Kerja: